Sejarah SIJ

Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) didirikan pada tahun 1964 untuk memenuhi permintaan masyarakat Indonesia pada waktu itu, sebagai tempat menuntut ilmu bagi putra-putri Indonesia yang berdomisili di Jeddah dan sekitarnya. Seiring dengan berjalannya waktu, SIJ telah beberapa kali berganti nama, mulai yang pertama kali adalah Sekolah Indonesia Trikora kemudian Sekolah Indonesia Pancasila (SIP) Jeddah dan menjadi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) sampai sekarang.

Sebagai upaya lebih menyempurnakan visi dan misi sekolah, maka Komisi Sekolah mengganti nama Sekolah Trikora menjadi Sekolah Indonesia Pancasila (SIP) Jeddah. Pada tanggal 6 Januari 1968, Komisi Sekolah berhasil membuka SMP dan pada tahun yang sama Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0112/1968, tentang pengakuan resmi diakuinya SD dan SMP Sekolah Indonesia Pancasila di Jeddah, Saudi Arabia sebagai sekolah yang sederajat dengan sekolah- sekolah di tanah air.

Perkembangan berikutnya, pada tanggal 10 Februari 1971 berhasil dibuka Sekolah Menengah Atas(SMA). Dengan demikian lengkaplah sudah jenjang pendidikan yang berada di Sekolah Indonesia Pancasila, dari pra sekolah atau Taman Kanak- kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas. Pada tahun 1980 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0106/O/1980 yang berlaku surut, maka Sekolah Indonesia Pancasila untuk pertama kalinya meluluskan siswanya, serta pada saat itu pula Sekolah Menengah Atas yang dimiliki terakui secara resmi dengan kedudukan sama dengan sekolah lain di tanah air.

Berdasarkan data jumlah warga negara Indonesia di wilayah akreditasi Jeddah sampai tahun 2006 tercatat lebih dari 650.000 jiwa (data kependudukan KJRI Jeddah, 2006).

Berdasarkan komposisi penduduk menurut asal suku, sebagian besar Madura. Sedangkan jenis pekerjaan, sebagian besar adalah para TKI yang bekerjadi perusahaan di Saudi Arabia, para pedagang, pembantu rumah tangga,dan pegawai setempat yang bekerja di KJRI Jeddah. Di antara masyarakat Indonesia yang berada di Jeddah adalah para mukimin yang telah tinggal bertahun- tahun secara turun-temurun, bahkan ada di antara mereka yang menjadi warga negara Saudi Arabia serta warga negara keturunan, yaitu campuran antara orang Indonesia dengan orang-orang rumpun Timur Tengah, seperti Yaman, Mesir, Syiria, dan Saudi Arabia.

Aglomerasi warga negara Indonesia di Kota Jeddah yang demikian tentunya memerlukan fasilitas kehidupan, salah satunya adalah pendidikan.

Sekolah Indonesia Jeddah berdiri sejak tanggal 1 Januari 1964. Semula hanyalah Taman Kanak- kanak yang dikelola Ibu- ibu Dharma Wanita unit KBRI (sebelum menjadi KJRI) Jeddah dengan nama Taman Kanak-kanak “Trikora”, nama Trikora diambil karena saat rapat pertama pendirian sekolah bersamaan dengan tanggal 19 Desember 1963 saat pernyataan Tri Komando Rakyat untuk merebut kembali Irian Barat yang masih dalam cengkraman penjajah

Pendirian sekolah tersebut disetujui oleh Dubes K.H. Mohammad Ilyas. Tokoh- tokoh yang memprakarsai berdirinya sekolah, antara lain :
1. Bapak Lillahi Grahana Sidharta (Kepala Bagian Penerangan)
2. Bapak Zainal Arifin Al- Abbasyi (Atase Agama)
3. Bapak Emzita (Staf Penerangan)

Tujuan yang melatarbelakangi kebutuhan sekolah Indonesia di Jeddah adalah :
1. Mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membekali ilmu pada generasi muda sedini mungkin.
2. Menyatukan warga Negaran Indonesia di Jeddah- Saudi Arabia melalui forum pendidikan.